Skip to main content

Guru sebagi Prinsip

Ada banyak guru: guru matematika, guru bahasa, guru agama dan seterusnya. Guru dalam bahasa Indonesia adalah pengajar, tetapi bila ditelisik asal katanya, maknanya jauh melampaui itu. Dalam bahasa sanskerta, Guru terdiri dari dua kata "gu" dan "ru," yang artinya penghapus kebodohan. Ia mampu menginfuskan pengetahuan kepada muridnya. Pertanyaannya, pengetahuan tentang apa? Dalam gurushisyaparampara atau tradisi guru-murid ini, pengetahuan satu-satunya adalah tentang diri sejati atau tuhan atau kedamaian (dalam banyak tradisi ketiganya adalah sinonim).

Itu mengapa peran Guru dalam hidup seseorang sangatlah sentral. Tidak perlu kitab-kitab suci bila sudah menemukan guru. Tidak perlu berziarah kemana-mana sebab kaki guru adalah situs terbaik. Murid hanyalah jenazah di tangan gurunya. Dikatakan juga ada tiga kelahiran di bumi ini. Pertama adalah lahir dari seorang ibu, kedua lahir kembali saat diinisiasi oleh seorang guru dan ketiga kelahiran ulang ketika mencapai pencerahan. Guru dalam makna asalnya adalah sang pembimbing untuk mencapai pencerahan. Pencerahan adalah klaim ulang atas kekuatan, kemurnian, dan keilahian diri yang "tercemar" selama masa pembelajaran di bumi. 

Guru sebagai prinsip adalah selalu ada, hadir dan membimbing dalam diri. Guru yang termanifestasi dalam bentuk fisik hanya menunjukkan guru yang ada dalam diri. Guru sebagai prinsip selalu sama, meski karakter dan tampilannya berbeda. Ini dalam dunia spiritual. 

Saya pribadi selalu merasa dibimbing oleh guru fisik yang pernah saya temui di 2019. Ia mampu mengubah banyak isi pikiran dan perspektif. Hasilnya hidup memang lebih nikmat. Saya pun merasa dilindungi supaya tidak tercemar lagi meskipun jarak secara fisik terbentang sangat-sangatlah jauh. Beliau masih sering muncul di mimpi. Kadang bila saya tidak baik-baik saja beliau hadir bertanya kabar atau saya memeluk atau melihat senyum indahnya. Ketika bangun saya jauh merasa lebih baik.
Beliau sudah mahasamadhi, istilah meninggalnya seseorang yang dinilai telah tercerahkan. Ia mencapai ini di 2023 lalu. 

Spiritual dan supranatural adalah dua hal berbeda. Supranatural dalam spiritual hanyalah bonus. Spiritual dalam supranatural adalah bonus. Dalam hal supranatural ada banyak guru non fisik, guru yang agak berbeda dari di atas. Guru-guru non fisik itu biasanya mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan tak kasat mata. Pengetahuan tentang sihir dan semacamnya. Pengetahuan yang sama fungsinya untuk hajat-hajat yang berkaitan dengan dunia ini. 

Dalam tradisi Islam sering kita dengar Nabi Khidir. Beliau saya pikir bisa dibilang Guru non fisik oleh sebabnya yang masih ada dan hadir, membimbing mereka yang mencari atau terpilih. Sedikit yang saya ketahui di dunia supra, ada praktisi yang menyediakan jasa sebagai jembatan bila kita ingin terhubung dengan beliau. Tentu dengan fungsi-fungsi khusus yang bisa diwariskan ke anak cucu.

Seperti disebutkan di muka, guru di Indonesia pemahamannya berbeda dengan asal katanya. Tetapi di India, kasus guru-guru palsu juga banyak. Guru-guru palsu itu memanfaatkan muridnya sebab peran sentral dan penghormatan berlebih dalam tradisi guru-murid. Memang lebih baik persiapkan diri saja bila mencari guru spiritual, sebab kita tidak tahu guru tersebut akan merugikan atau tidak bila kita mencari-carinya. 

Comments

Popular posts from this blog

Tentang Guru

Setiap manusia punya pola yang sama: menuju penuhanan diri. Maksudnya ialah manusia berasal dari tuhan dan di kehidupan ini ia menuju tempat asalnya.  Ada banyak cara menuju itu, tapi yang umum adalah manusia merasa hampa, kering dan menderita. Itu tanda jiwa menagih janji, meminta didengarkan. Bila ia hiraukan lengkaplah hidupnya, bila tak diharaukan sebaliknya. Manusia hidup mesti jujur, tetapi jarang yang jujur terhadap diri sendiri. Jujur mendengar apa kata jiwa.  Itu kiranya yang aku pernah rasakan. Rasa hampa, kering yang begitu menyiksa. Aku tidak tau mau apa, tapi jiwa ini haus. Syukur tak ada pikiran untuk mengakhiri hidup. Hampa itu turut membuat diri ini tak bisa tidur tiap malam. Bahkan dua jam mata tertutup, lampu telah dipadamkan tetap saja masih terjaga. Rasa-rasanya tak mau tidur bila tidak dipuasi. Dorongan itu semakin kuat tiap harinya. Ada banyak pikiran, kegelisahan yang membuat tubuh banyak bergerak. Seseorang menegur karena hal ini. Tapi ini di luar kenda...

Tentang Diri

Aku jarang sekali cerita tentang diri sendiri. Bukan tanpa alasan. Kemampuan orang umumnya sebatas mau didengar, bukan menjadi pendengar. Menjadi pendengar dan tulus mendengar sepertinya memang kemampuan khusus. Di sekitarku lebih banyak yg umum itu, jadi sudah terbiasa sejak kecil jarang sekali bercerita tentang diri.  Ketika menulis ini aku ingat, aku pernah diajak belajar active listening oleh mas-mas jogja S2. Aku tidak tau apa itu active listening. Yang aku tau dari gelagatnya dia mendekatiku. Dia dominan energi feminimnya. Hampir tiap 3 bulan dia berusaha berkomunikasi, tapi kuabaikan. Aku masih belum tertarik hubungan spesial, apalagi sesama jenis. Bila bisa mendeskripsikan diri sendiri, aku akan bilang aku adalah penyaksi dan masih belajar jadi penyaksi. Menurutku langkah belajar yang utama adalah menyaksikan. Kita menyaksikan seorang ahli berbicara atau tulisan tertentu atau melakukan sesuatu baru setelahnya kita kontemplasikan. Entah kenapa memang lebih asik menjadi peng...